Indonesia, itulah Negaraku yang sangat beraneka ragam suku, budaya, ras, agama, dan hal lainnya. Untuk itulah Blog ini dibuat agar kita semua bisa mengetahui isi alam Indonesia yang sesungguhnya... yang sangat memiliki pesona tiada tara.
Jumat, 10 Desember 2010
Selasa, 07 Desember 2010
Suropati Park

Taman Suropati merupakan salah satu taman
Di sini kita juga bisa menikmati makanan dan minuman yang memang bukan semacam cafe atau restaurant, tetapi bisa di katakan pedagang kaki lima ( bukan berarti pedagang itu kakinya ada lima ya ) hohoo.. biasanya kita akan menemukan penjual ketoprak, siomay, mie ayam, kopi, teh manis, teh pahit juga ada ( bila si pembeli sedang banyak masalah ), es krim, dan masih banyak lagi jajanan lainnya. Saya tidak bisa menyebutkannya karena saya belum pernah seharian disana. . . Bisa masuk angin. . . haha. . .
Silahkan datangi lokasi ini, apalagi di saat anda sedang penat, bosan dengan kehebohan jakarta yang semakin heboh lagi dengan adanya si komo lewat, atau mungkin sedang ingin membawa pasangan anda menikmati taman, lokasinya bisa dibilang asik deh untuk berbagi cerita bersama pasangan anda. Atau mungkin bagi para fotografer yang ingin menguji kemampuannya di sentuhan alam, tempat ini juga sangat cocok untuk hunting.
Dan yang pastinya kalian semua bisa senang, karena untuk datang ke lokasi ini tidak dipungut biaya. Adapun pemungutan biaya yang dikhususkan untuk tukang parkir yang setia menjaga kendaraan kita. Ya hitung - hitug kita beramal terhadap sesama.. (^_^)... Selamat Mengunjungi Taman Seropati.


Senin, 06 Desember 2010
Kebun Binatang Ragunan

Untuk mencapai tempat ini, apabila Anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat menggunakan TransJakarta (busway) jurusan Kuningan-Ragunan yang berakhir tepat di depan kebun binatang ini, atau bila Anda tidak langsung menggunakan jurusan ini, Anda dapat transit dahulu ke halte Dukuh Atas untuk kemudian menggunakan jalur ini. Jadi dengan ongkos Rp 3.500,- Anda dapat menuju Ragunan dengan mudah dan cepat.
Tiket masuk kebun binatang ini dapat Anda beli seharga Rp 4.000,- untuk orang dewasa dan Rp 3.000,- untuk anak-anak. Binatang-binatang yang ada disini cukup lengkap seperti berbagai macam unggas(burung pelikan, merak, elang, dan lainnya), berbagai primata (kera, bekantan, dan lainnya), berbagai jenis ular, beruang madu, gajah, rusa, unta, kudanil, banteng, kelelawar. Untuk binatang buas, Anda dapat melihat harimau, harimau putih, singa, buaya, beruang. Selain melihat binatang, Anda juga dapat mengajak anak Anda bermain di taman bermain anak, dimana ada berbagai macam permainan dan aneka permainan dari balon.
Di kebun binatang ini juga terdapat "Pusat Primata Schmutzer". Anda diharuskan membeli tiket seharga Rp 5.000,- untuk masuk ke tempat tersebut. Tempat ini khusus menampilkan berbagai macam primata dengan suasana yang berbeda dan terdapat museum primata untuk menambah pengetahuan anak-anak. Pertama kali masuk, kita harus menaiki tangga, kemudian dari atas kita dapat melihat gorila dengan ukuran sebesar manusia. Primata lain yang ada disini antara lain siamang, simpai, kera putih, dan berbagai jenis lainnya.
Ada juga "Dunia Orang Utan", disini kita memasuki terowongan panjang dan gelap yang dibuat menyerupai goa, dimana antara tiap-tiap bagian dipisahkan oleh tali-tali yang menyerupai akar pohon. Pada sisi-sisi terowongan di bagian tertentu akan nampak kaca tebal sehingga kita dapat melihat orang utan yang berada di luar.
Setelah keluar dari terowongan, kita dapat menaiki rumah pohon yang tinggi atau berjalan diantara pohon melewati jembatan gantung. Di bagian lain, terdapat taman bali. Tempat ini dibuat menyerupai suasana bali. Ada juga tempat bermain untuk anak seperti ayunan, batang pohon yang dapat dipanjat, bergelantung di tali atau bermain pasir.
Bila Anda merencanakan ke tempat ini, hendaknya membawa persediaan air minum yang cukup, karena untuk melihat binatang yang satu dan yang lain Anda harus berjalan kaki. Sediakan juga topi atau payung untuk melindungi dari sinar matahari. Jadi, untuk liburan tidak berarti harus mengeluarkan banyak uang.
Minggu, 05 Desember 2010
Tari kecak cak cak cak cak
Di Bali terdapat sejenis tarian yang cukup unik, dan dimainkan terutama oleh laki-laki dimana jumlah pemainnya mencapai puluhan atau lebih penari yang duduk berbaris dan melingkar dengan irama tertentu menyerukan suara “cak” sambil mengangkat kedua tangannya. Hal tersebut menggambarkan ketika barisan kera membantu Rama melawan Rahwana dalam kisah Ramayana. Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi dimana penarinya akan dalam keadaan tidak sadar karena melakukan komunikasi dengan tuhan, atau roh para leluhur yang kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat. Pada tari kecak tidak menggunakan alat musik dan hanya menggunakan kincringan yang dikenakan pada kaki para penari yang sedang memerankan tokoh-tokoh Ramayana. Sedangkan para penari yang duduk melingkar mengenakan kain kotak-kotak yang melingkari pinggang mereka.
Tari kecak ini di ciptakan pada tahun 1930-an oleh Wayan Limbak dan dengan seorang pelukis Jerman Walter Spies. Mereka menciptakan tari tersebut berdasarkan tradisi sanghyang kuno dan mengambil dari bagian-bagian kisah Ramayana. Tarian ini menjadi populer ketika Wayan Limbak bersama penari Bali-nya tour berkeliling dunia mengenalkan tarian Kecak tersebut. Hingga kini tari kecak menjadi tarian seni khas
Taman Nasional Gunung Bromo
Puncak Penanjakan di malam minggu sangat ramai oleh pengunjung yang menanti pemandangan spektakular matahari terbit. Antrian motor dan jeep hardtop membikin sempit lahan parkir yang sangat terbatas. Tersedia banyak Jeep sewaan dgn pengemudinya yg piawai. Terdapat 200-an jeep yg siap mengantar dgn tarip 150.000 pp dari Cemoro Sewu ke Kawah Bromo dan Penanjakan round trip. Penanjakan yg merupakan titik tertinggi di Bromo-Tengger dapat dicapai dari Cemoro Lawang maupun dari Tosari. Dari Cemoro Lawang turun ke dalam kaldera berpasir yang amat luas seperti didalam sebuah mangkuk kawah raksasa dgn dindingnya yg berketinggian 300 meter; dari sini menanjak lagi 600-an meter kearah gunung melalui jalan aspal sempit berkelok-kelok dgn sedikit bahu jalan ditepi jurang yang cukup utk kendaraan satu arah, dan sudut tanjakan yang cukup heboh 60 derajat.
Cukup gamang pertama kalinya, seperti menuju ke puncak pelepasan jet coaster. Jalan ini tentunya hanya pas buat pengemudi lokal yg memang tangguh dan bernyali besar. Kebanyakan orang sulit utk membayangkan seandainya harus berpapasan di tikungan sempit, berhenti menggantung setengah kopling, mencari celah menghindar, krn tak ada ruang yg mungkin selain jurang jika membuat kesalahan. Sungguh, tdk cukup “pede” utk melakukannya. Namun sesudahnya, pemandangan spektakular ke seantero dataran tinggi Tengger di atas puncaknya adalah imbalan yg sangat memadai.
Setelah Bromo dan Penanjakan, rasanya sayang jika kesempatan tidak dipakai utk terus berkeliling pegunungan Tengger, sampai ke danau Ranu Pane di kaki Gunung Semeru. Perjalanan diarahkan ke Selatan mengelilingi kaldera Tengger melalui rute sisi timur. Temperatur pegunungan tengger berkisar 10 oC dan bisa mencapai nol derajat pada malam hari di musim kemarau.
Ditengah jalan berpapasan dua buah sepeda motor yg kelihatannya sedang bermasalah; rupanya salah satu-nya berhenti lantaran filter udaranya nya kemasukan debu kendaraan yg lewat. Mereka terjebak disini menunggu bantuan selama 2 hari, tidur kedinginan di tengah gurun. Perjalanan dilanjutkan lagi ke desa Ranu Pane, setelah satu jam berhenti memberi bantuan.
Jalan ke Ranu Pane dari arah Kaldera merupakan jalan tanah berpasir bercampur batu2-an bekas jalan beton yg sudah rusak, dgn lubang dan gundukannya yg cukup menggangu utk kendaraan dgn profil ban standar. Jeep disini menggunakan minimal ban 31 dgn anting2 peninggi.
Sesekali terlihat jejak roda2 kendaraan berbagai jenis yg selip di pasir. Dikiri kanan jalan terlihat padang rumput yg menguning kekeringan dan berbagai macam bunga2an warna warni khas pegunungan yg menunggu datangnya hujan.
Pemandangan disini tidak kurang indahnya, seolah berada di ruangan tiga dimensi dgn dimensi ketinggiannya yg mencolok. Sulit buat kamera utk menceritakannya selain dgn sepasang mata.
Di ujung selatan puncak kaldera bertemu simpang tiga jalan, kekanan menuju Tumpang Malang dan kekiri ke arah Ranu pane. Jalan ke Ranu pane ada ditepi hutan pegunungan Perhutani yg masih terjaga baik dan seterusnya memasuki kebun kentang penduduk. Ranu pane sebuah perkampungan di ketinggian 2300 m dpl, terlihat damai dan sejuk, dgn latar belakang kerucut puncak Semeru. Di belakang desa ini ditemui dua danau dgn airnya yg kehijau2an, danau Ranu Pane dan Danau Ranu Regulo. Ranu Pane ini adalah pos awal pendakian ke puncak Semeru. Disini juga terdapat pos Jeep sewaan spt halnya di Cemoro Lawang.
Bedanya di Cemoro Lawang jeepnya terkesan trendy mengikuti model terakhir, sedangkan di Ranu Pane lebih mengarah ke angkutan sayur, penumpangnya harus berdiri di bagian belakang dalam kerangkeng besi.
Tak terasa 5 jam dihabiskan utk putar2 kaldera pegunungan tengger yg merupakan Taman Nasional yg sangat bagus utk dikujungi oleh klub2 adventure baik sepeda motor, jeep ataupun MTB secara berkelopmpok. Gue ngebayangin pergi rame2 bawa kendaraan, buka tenda, api unggun, kedinginan dan kopi panas terasa nikmatnya dibandingkan kehidupan rutin kota.
Tetapi kalau sudah pernah kesini sebelumnya, saya kira tidak ada yg perlu dikawatirkan. Terlihat banyak sepeda motor bebek atau mobil2 non 4x4 dari penduduk sekitar dan Malang yg lalu lalang dgn santainya di kaldera pada di ketinggian dgn jalan yg curam.